dunia kian lebar dalam tumpukan pekan
pembangkang menjumpai masa runtuhnya
menjadikan pagar sebagai batas ancaman
hidup atau mati, sejumlah ranjang di sana
senantiasa memanggil dan mengucap
selamat tinggal pada keesokan hari
debar yang tabu bertambah gasak
pemedihan yang terasa menyenangkan
seperti kata bajingan yang berumahkan puisi
betapa magis aksara meredakan lara
terkadang rindu tiba bersama hasrat
ingin melenyapkanmu dari mana saja
hanya saja aku digiring pada penyadaran
kau yang selalu hidup dalam diriku
meskipun pada tiap kemungkinan
cinta dan sia-sia berada dalam satu kubangan
Tinggalkan komentar